Gibran Hadir di Haul Habib Solo, Jemaah Antusias Menyapa sambil Berfoto

oleh
oleh -

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bersama Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka hadir dalam Haul Habib Solo, Sabtu (4/11). Turut hadir bersama rombongan yakni Gus Miftah, Habib Ali Kwitang, Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Sudaryono, dan Ketua DPD Gerindra Jawa Timur Anwar Sadad, serta tokoh Golkar Nusron Wahid.

 

Rombongan tiba di Haul Habib Solo pukul 8.30 WIB. Ribuan umat Islam dari berbagai daerah telah memadati lokasi acara. Ketika berjalan ke lokasi Haul di Masjid Riyadh, Gibran banyak mendapat ucapan selamat dan sukses hingga ajakan berfoto dari jemaah Haul.

Baca Juga  Semarak HDKD ke-77, Lapas Cikarang Laksanakan Ziaran dan Tabur Bunga di TMP Bekasi

 

“Mas Wali sukses ya. Mas Gibran foto Mas,” ujar warga.

 

Gibran pun menyapa balik sambil melayani orang-orang yang ingin berfoto.

 

“Nggih, Monggo. Suwun ya, terimakasih,” balas Gibran sambil bersalaman.

 

Muzani yang mendampingi Gibran merasa senang karena bisa hadir bersama cawapres Prabowo itu di Haul Habib Solo. Meski begitu Muzani mengatakan, ini adalah bentuk silaturahim yang harus dilakukan oleh setiap pemimpin kepada para habaib, ulama, serta pemuka agama lainnya.

Baca Juga  Kemenkumham Malut Ikuti Sosialisasi Indeks Layanan Kesekretariatan BSK Hukum dan HAM

 

Menurut Muzani, para habib dan ulama adalah mata hati rakyat. Dia mengatakan, untuk bisa menangkap apa yang menjadi keinginan rakyat maka harus dekat dengan kyai, ulama, dan habaib.

 

“Di Indonesia, ulama, kyai, habaib, ustaz dan ustazah itu adalah mata hati rakyat. Sehari-hari rakyat selalu berkeluh kesah kepada kyainya. Meminta doa serta sowan kepada habaib atas apa yang menjadi hajatnya,” jelas Muzani.

Baca Juga  Ini Kata Kalapas Pemuda Tangerang Soal Ujian Paket C Bagi WBP

 

“Itu sebabnya seorang pemimpin sebaiknya selalu dekat dengan ulama. Selalu dekat-dekat dengan habaib dan kyai. Karena mereka adalah mata hati rakyat. Apalagi sampai urusan kemasyarakatan dan kenegaraan. Ketajaman para habaib dan ulama tidak pelru diragukan,” tutup Wakil Ketua MPR itu.