Gelar Bimtek, Manassa Bekali Pemilik dan Praktisi Teknik Konservasi Naskah

oleh
oleh -
Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) menggelar bimbingan teknis konservasi naskah di Sumatera Barat, Sabtu-Minggu, 21-22 Januari 2023. (Foto : Istimewa)

MAJALAHTERAS.COM — Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) menggelar bimbingan teknis konservasi naskah di Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu – Minggu, 21-22 Januari 2023 di Hotel Pangeran, Jalan Ir. H. Juanda No.79, Flamboyan Baru, Kota Padang, Sumatera Barat. Acara dibuka oleh Dr. Herry Jogiswara, M.A, kepala Organisasi Riset Arkeologi Bahasa dan Sastra, Badan Riset dan Inovasi Nasional.

“Kami mengharapkan kolaborasi yang kontinu antara para peneliti naskah di Manassa dan para peneliti BRIN untuk memetakan naskah-naskah yang perlu menjadi prioritas baik dari sisi pelestarian maupun penelitian,” kata Herry.

Baca Juga  HUT Pipas ke-19 Lingkup Kanwil Kalteng, Rutan Palangka Raya Tuan Rumah Ziarah dan Tabur Bunga di Makam Pahlawan

Ketua Umum Manassa, Munawar Holil mengatakan, Indonesia sebagai negara tropis dengan tingkat kerawanan bencana alam menjadi tantangan terbesar dalam hal pelestarian dokumen dan naskah Nusantara, sehingga tanpa adanya kesadaran dan usaha yang sungguh-sungguh dan profesional, kondisi naskah-naskah yang ada sangat rentan dan rawan kepunahan.

“Sehingga bimtek ini bertujuan kegiatan memberikan advokasi mengenai cara-cara pelestarian naskah yang praktis dan efektif bagi para pihak yang berkepentingan, terutama di wilayah-wilayah yang rentan terhadap bencana, selain untuk menyadarkan para pemilik naskah mengenai pentingnya merawat naskah yang dimilikinya,” ujar Munawar.

Baca Juga  Pengukuhan 80 Curator Festival Gapura Cinta Negeri di Kemendagri

Dia melanjutkan, dipilihkan Sumatera Barat sebagai lokasi kegiatan karena di wilayah ini banyak naskah Nusantara. “Para peserta dalam kegiatan ini para pemilik, peneliti, dan kurator di lembaga-lembaga museum, perpustakaan dan kearsipan dari wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya. Peserta berasal dari civitas academia Universitas Andalas, UIN Imam Bonjol, UIN Ar-Raniri Aceh, dan Peneliti BRIN,” terangnya.

Kegiatan yang terselenggara berkat dukungan Dana Abadi Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan LPDP tahun 2022, serta didukung oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A (pemateri), Aditia Gunawan, S.Pd., M.A (Moderator), Dr. Munawar Holil, S.S, M.Hum (Moderator), Agus Iswanto, S.S., MA.Hum (Pemateri), Dr. Tantry Widiyanarti, M.Si. (Moderator)
Dr. Herry Jogaswara, MA. (Pembicara Kunci).

Baca Juga  Kompak! SesditjenPas, Kadiv Pas Jabar Bersama APH dan Stakeholder Tabur Benih Lele di SAE Lapas Cikarang

Selama dua hari para peserta dibekali oleh pengetahuan dasar tentang penanganan dan pelestarian naskah, teknik digitalisasi, pedoman etik dalam pelaksanaan kerja lapangan, hingga peluang-peluang penelitian dan pengembangan.

Ketua Manassa Sumbar, Pramono menyatakan bahwa saat ini masih banyak naskah-naskah yang tersimpan di Sumatera Barat, terutama di surau-surau yang perlu dikonservasi. (*)