MAJALAHTERAS.COM – Indonesia berhasil menghimpun para imam besar dari 46 negara dalam International Grand Imam Conference (IGIC) 2026, forum imam masjid pertama dalam sejarah dunia. Konferensi itu tidak hanya menempatkan Indonesia sebagai tuan rumah, tetapi kedudukan sekretariat permanen The International Assembly of Mosque Imams (IAMI).
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, kesediaan para imam besar dunia memenuhi undangan Indonesia merupakan pengakuan yang bernilai tinggi. Di sejumlah negara, seperti Mesir dan Arab Saudi, kedudukan imam besar sangat strategis sehingga kunjungan mereka harus mengikuti protokol kenegaraan.
IGIC 2026 dihadiri peserta dari berbagai kawasan. Imam besar masjid terbesar di Eropa yang berada di Roma, yang dikenal dekat dengan Paus, turut hadir. Amerika Latin diwakili Argentina, disusul negara-negara Skandinavia, Prancis, dan Inggris. Dari Asia hadir perwakilan Uzbekistan, Pakistan, dan India, sementara Malaysia tampil aktif mewakili Asia Tenggara. Dari dalam negeri, seluruh pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) beserta imam besar dari setiap provinsi pun ikut ambil bagian.
Antusiasme juga terlihat dari negara-negara yang berebut menjadi tuan rumah pertemuan berikutnya. Pakistan dan Mesir mengajukan diri, demikian pula Roma yang menawarkan masjid terbesarnya di Eropa. Menurut dia, negara dengan penduduk muslim minoritas pun ikut berlomba menawarkan diri.
“Mereka sangat mengapresiasi gagasan Masjid Istiqlal yang berhasil menghimpun para imam. Ini kejutan yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya. Indonesia telah membuat sejarah dan ini menjadi kredit poin bagi Indonesia di kancah internasional,” tuturnya di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
Konferensi ini juga menghasilkan “Jakarta Understanding” Deklarasi yang memuat beberapa poin kesepakatan yang menempatkan para imam sebagai aktor penting diplomasi keagamaan. Para imam juga diharapkan dapat dilibatkan dalam upaya meredakan konflik antaretnik, suku, dan agama, serta turut mengampanyekan penyelamatan lingkungan dan penghematan energi. Posisi imam dinilai strategis karena bersentuhan langsung dengan jemaah setiap hari.
“Para imam berjumpa dengan umatnya lima kali sehari semalam. Mereka diharapkan menebarkan kedamaian, toleransi, dan kesepahaman lintas agama, etnik, bahkan lintas negara. Imam bisa menjadi mediator, jembatan, atau melting pot di antara kekuatan kebangsaan dan keumatan,” katanya.
Ia menegaskan, tidak ada satu pun pernyataan dalam forum tersebut yang bernada kontroversial, liberal, maupun radikal. “Imam benar-benar difungsikan sebagai sosok yang dimiliki dan didekati oleh semua orang,” ujarnya.
Organisasi IAMI yang terbentuk dari IGIC 2026, akan melalui pertemuan virtual bulanan para imam besar dunia untuk membahas persoalan keumatan secara bersama. Menag berharap pada tahap berikutnya, penyelenggara dapat mengundang pemimpin rumah ibadah lain, seperti gereja, sinagoge, dan vihara, untuk membicarakan persoalan kemanusiaan dan lingkungan hidup.
“Kita tidak akan berbicara politik praktis atau hal-hal yang mengganggu kenyamanan bersama, melainkan menyamakan wawasan bahwa kemanusiaan itu satu. Kita mencontoh Nabi Muhammad SAW yang semasa hidupnya mampu menjembatani semua perbedaan sehingga konflik hilang,” tuturnya.
Dukungan pemerintah turut mendapat sambutan hangat dari para tamu. Kehadiran Menteri Luar Negeri dan sejumlah pejabat diapresiasi, sementara fakta bahwa ketua pengarah acara adalah seorang jenderal polisi membuat peserta forum terkesan. Bahkan pada acara pembukaan, penyelenggara juga mengundang tokoh-tokoh non muslim.
“Saya jelaskan, inilah wajah Indonesia. Dalam kegiatan apa pun, termasuk hari besar Islam atau Musabaqah Tilawatil Quran, kita selalu mengundang non muslim untuk berpartisipasi aktif, bahkan ikut melantunkan Mars MTQ,” katanya.
Penjelasan itu, menurut dia, membuat para imam besar dunia tertegun. “Mereka tercengang mendengar tentang Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila. Mereka kagum melihat Indonesia, dengan lebih dari 15.000 pulau, bahasa yang beragam, dan wilayah yang begitu luas, tetap bisa bersatu dan kompak seperti ini,” pungkasnya.






