Lebak – Realisasi penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog Lebak Pandeglang hingga 4 Juni 2026 menembus 17 ribu ton setara beras dari target 24 ribu ton tahun 2026.
Kepala Cabang Perum Bulog Lebak Pandeglang Muhammad Syaukani di Lebak, Banten, Jumat, mengatakan Bulog hingga kini terus melakukan penyerapan gabah dan beras yang melibatkan 23 kemitraan.
Perum Bulog diberikan penugasan pemerintah untuk pengadaan gabah dan beras dalam upaya memenuhi ketersediaan cadangan pangan dan peningkatan pendapatan ekonomi petani.
Oleh karena itu, ia mengatakan bahwa Bulog optimistis target 24 ribu ton setara beras sebelum Desember 2026 bisa terealisasi dengan tim penjemputan pangan (TPP) Bulog.
Selain itu juga kerja sama dengan kemitraan dan koordinasi bersama TNI, Polri, penyuluh pertanian, Dinas Pertanian serta Dinas Ketahanan Pangan.
“Kami mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras selama musim panen berlangsung,” katanya menjelaskan.
Menurut dia, penyerapan gabah dan beras dipastikan tingkat kehidupan ekonomi petani sejahtera.
Sebab, harga gabah kering panen dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram (kg).
Bila realisasi penyerapan 17 ribu ton setara beras atau 34 juta kilogram gabah kering panen dengan harga Rp6.500 per kg, maka perputaran uang di tingkat petani berkisar Rp250 miliar sampai dengan Rp300 miliar.
“Kami meyakini pendapatan sebesar itu dipastikan ekonomi petani cukup sejahtera,” katanya.
Lebih lanjut, Syaukani mengatakan penyerapan beras dari petani itu, nantinya dijadikan stok cadangan beras pemerintah (CBP) untuk mendukung program bantuan yang digulirkan Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Masyarakat yang mendapatkan bantuan pangan itu sebanyak 415 ribu penerima bantuan pangan (PBP).
“Kami menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Februari-Maret 2026 dengan masing-masing menerima 20 kg beras dan minyak goreng 4 liter,” katanya.






