Borobudur Jadi Titik Temu Umat Buddha Dunia Lewat Indonesia Tipitaka Chanting 2026

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Suara lantunan sutta menggema di Candi Borobudur. Ajaran Dhamma dibaca lintas generasi umat Buddha. Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) yang berlangsung dari 24 – 26 Juli 2026 ini sajikan panggung spiritual yang inklusif: menyatukan anak-anak samanera cilik, umat lansia, warga dari pelosok Nusantara, hingga tokoh Buddhis mancanegara.

Di kaki Borobudur, perbedaan usia, budaya, dan geografis melebur dalam pesan tentang kebajikan, persaudaraan, serta tekad bersama untuk mempraktikkan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat mempelajari Dhamma ini terpancar kuat dari generasi termuda. Dua samanera cilik asal Blitar, Jawa Timur, menjadi bukti bahwa usia muda bukan penghalang untuk menapaki jalan spiritual.

Samanera Luxio Madha WS yang baru berusia 11 tahun mengaku terdorong mengikuti ITC karena ingin mengikuti jejak sang kakak. Ia berharap teman-teman sebayanya juga tergerak untuk belajar membaca kitab suci melalui ITC pada tahun-tahun mendatang.

Kekaguman senada disampaikan Samanera Abhijata yang terpikat oleh kekhusyukan rangkaian upacara. “Saya mengikuti ITC ini karena saya terkesan dengan upacara-upacaranya. Selain itu, saya ingin mengenal Dhamma lebih dalam,” katanya di Candi Borobudur, Sabtu (25/7/2026).

Bagi peserta dari daerah, ITC 2026 adalah lentera harapan. Hardiansyah, peserta asal Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, tetap hadir berjuang membawa keyakinan teguh meski di tengah berbagai keterbatasan.

“Dengan adanya ITC 2026 ini, saya meskipun dengan keadaan terbatas, namun saya berkeyakinan bahwa dengan mengenal Dharma dan mempraktikkan Dharma, semoga karma baik akan berbuah dan karma yang buruk semoga habis. Semoga semua peserta yang mengikuti ITC 2026 ini tetap semangat mengenal Dharma dan mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga kita bisa lebih bijak dan bahagia lagi dalam menjalani hidup,” ujarnya.

Hangatnya atmosfer persaudaraan universal ini juga menyentuh hati peserta mancanegara. Bhante Rev. Gonahene Utharanda dari Sri Lanka mengungkapkan rasa syukurnya saat pertama kali melantunkan ayat suci di Borobudur. Bagi beliau, ITC adalah jembatan lintas budaya yang mempererat dialog antarumat.

“Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti ITC di Borobudur. Saya mempunyai kesempatan besar untuk bergabung dengan umat Buddha Indonesia dan membaca Tipitaka bersama mereka dan ini adalah kesempatan yang nyata untuk kita saling berdialog terkait ajaran Buddha dan juga budaya dari berbagai daerah. Terima kasih untuk semuanya karena telah memberikan kesempatan bagi saya untuk mengikuti ITC 2026,” ungkapnya.

Indonesia Tipitaka Chanting 2026 bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang perjumpaan yang menguatkan nilai-nilai universal: kebijaksanaan, welas asih, dan kedamaian. Dari Blitar hingga Sri Lanka, perbedaan latar belakang melebur menjadi satu harmoni di Taman Lumbini, kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mempertegas bahwa semangat belajar dan menyebarkan cinta kasih tidak pernah mengenal batas.(***)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.