Bikin Resah, Sekolah Jadi Sasaran Oknum Wartawan Gadungan

oleh
oleh -

Majalahteras.com – Oknum wartawan abal-abal berinisial “R” kembali berulah di Pandeglang. Kali ini bahkan, oknum wartawan tersebut mengancam sejumlah pejabat di tiap sekolah saat pencairan dana BOS tahap III pada akhir tahun ini. Modusnya, dia akan membuat berita yang bernada miring tentang sekolah tersebut jika tidak menyediakan alokasi anggaran untuk media yang dia kelola.

Ulah oknum wartawan abal-abal ini pun turut dibenarkan Sekretaris Dinas Pendidikan Pandeglang Sutoto. Kata Toto, ulah sang oknum wartawan sudah banyak membuat resah para Kepala sekolah di Kabupaten Pandeglang, lantaran kerap memaksa bahkan memeras jika permintaanya tidak dikabulkan oleh kepala sekolah di yang dikunjunginya.

“Saat ini pencairan dana BOS untuk tahap III dari November kemarin, nah dia ini yang datang ke sekolah-sekolah berdalih minta kerjasama publikasi iklan. Jika pihak sekolah tidak memberikan uang yang diminta, mereka ngancam bakal di publikasikan keburukan dunia pendidikan melalui pemberitaan menurut versi mereka,” kata Toto saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (16/12/2021).

Baca Juga  10 Siswa SMKN 6 Kota Serang Prakerin di Majalah Teras

Padahal kata Toto, secara aturan, kerjasama berbentuk iklan ataupun Advertorial itu tidak bisa dialokasikan melalui dana BOS. Meski sudah diberi pemahaman tetap saja, oknum wartawan abal-abal tersebut ngotot dan memaksa meminta kerjasama iklan kepada beberapa sekolah di Kabipaten Pandeglang.

Imbasnya, Toto mencatat sudah ada enam kepala sekolah yang mengadukan hal tersebut. Akhirnya ke enam sekolah yang merasa dirugikan kompak mengadukan ulah oknum wartawan tersebut.

“Itu bukan kepala sekolah SD sama SMP saja, dari SMA juga ada SMA 2 Pandeglang. Modusnya semua sama, jika tidak memberi iklan kerjasama, dia mengancam bakal bikin berita soal pengelolaan dana BOS di sekolah tersebut,” tuturnya.

Tak jarang kata Toto, ulah oknum wartawan tersebut membuat resah sampai geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, sang oknum wartawan tersebut biasanya beraksi dengan cara mencatut nama Kepala Dinas Pendidikan Pandeglang Taufik Hidayat dan seakan media yang dia kelola telah mendapat persetujuan dari dinas untuk melakukan investigasi dan kerjasama.

Baca Juga  Tiba di Palu, IMBS Serang Salurkan Bantuan Langsung Kepada Korban

“Kebanyakan yang datang, biasanya dia berdalih meminta dan menawarkan kerjasama ke tiap sekolah dan mengaku sudah seizin kepala dinas Pendidikan agar mendapat iklan dan advertorial. bahkan saya pernah ditelpon langsung oleh orang tersebut di hadapan kormin ( Kordinator Administrasi) dan para kepala sekolah, waktu itu suruh bilang oke oke aja. Atuh saya tolak lah, enggak saya angkat,” terangnya.

Toto makin geleng-geleng kepala lantaran berita yang dibuat oknum wartawan tersebut sama sekali tidak sesuai dengan kaidah jurnalistik. Ia bahkan mengaku tak menghiraukan berita-berita yang dikirim oleh oknum tersebut lantaran kerap membuatnya pusing saat membaca narasinya.

“Pernah sekali saya baca,ini maksudnya apa kata saya. Sumber enggak ada, terus beritanya tudingan semua. Kalau temen-temen wartawan yang lain kan enak tuh saya bacanya, sumbernya jelas dari mana, informasinya juga tentu bisa dipertanggungjawabkan. Yaudah mulai dari sana, saya enggak baca-baca lagi beritanya. Bikin pusing kepala soalnya,” kata Toto sembari terkekeh diujung teleponnya.

Baca Juga  Gubernur Lampung Serahkan Kartu Pendidik Berjaya Untuk Guru Honor

Terkait ulah oknum wartawan itu, Toto pun memastikan Dinas Pendidikan akan segera menyikapinya secara serius. Ia pun sudah mengintruksikan para kepala sekolah yang merasa dirugikan oleh oknum wartawan itu supaya berani melaporkan kejadian ini ke kepolisian.

“Pertama, saya sudah perintahkan kepala sekolah jika ada oknum wartawan melaporkan kejadian ini ke PGRI sebagai induk organisasi guru di Pandeglang. PGRI sudah saya arahkan supaya mengadukan dulu ke Dewan Pers terkait pemberitaannya. Nah untuk persoalan adanya unsur pengancamanan, itu sudah saya perintahkan supaya lapor ke polisi. Jangan takut-takut,” pungkasnya.@ Juanda