Majalahteras.com – Asosiasi Aqidah dan Filsafat Islam (ASAFI) se-Indonesia menggelar International Conference bertemakan “Critical Discourse on Islamic Philosophy”, pada Kamis (27/11/2025).
Konferensi internasional ini digelar selama 3 hari di kampus STAI Sadra, Jakarta.
Ketua Pelaksana, Irzum Farihah, melaporkan terdapat 50 peserta dari 25 Perguruan Tinggi di Indonesia turut berpartisipasi dalam konferensi ini.
“Kegiatan ini dilaksanakan sejak 2017, kemudian 2018, 2019, sempat berhenti di tahun 2020 dan 2021 karena Covid, tapi alhamdulillah kembali lagi mulai di tahun 2023 di Yogyakarta, lalu di Lampung, Bandung, dan sekarang di Jakarta,” ujarnya dalam sambutan kegiatan Annual Meeting.
Irzum Farihah mengatakan, ASAFI merupakan asosiasi yang senantiasa menyelenggarakan kegiatan tahunan, dulunya bernama AAFI.
Namun, Ia menambahkan, penamaan tersebut beralih kepada ASAFI karena nama yang akan diajukan tersebut sudah terdaftar. Menurutnya, peralihan nama tersebut tidak serta merta menghilangkan nilai dan merubah maknanya.
“Setiap tahun ada kolaborasi antara satu perguruan tinggi, bukan hanya kolaborasi nasional tapi internasional,” tambah Irzum.
Lebih lanjut, Irzum menyampaikan bahwa tahun ini ASAFI membuka ruang dialog yang lebih luas dalam aspek kepenulisan, sehingga memberikan kesempatan kepada para akademisi untuk mempresentasikan paper atau penelitiannya.
Sub-tema dalam konferensi ini meliputi kajian mengenai metafisika, epistemologi, etika, filsafat Islam Indonesia, tradisi keilmuan, isu perempuan, perspektif komparatif, hingga relevansi Islam di era digital dan lingkungan hidup.
Konferensi ini bukan hanya sekadar forum akademik, melainkan ruang pertemuan gagasan dan pikiran, juga sebagai sarana memperluas jaringan ilmiah, dan wadah untuk meneguhkan kembali posisi filsafat Islam dalam menjawab tantangan zaman.@Man







