MAJALAHTERAS.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menggandeng Pemerintah Federal Jerman dan PT Bayer Indonesia guna mengamankan pasokan Suplemen Mikronutrien Ganda (MMS) bagi ibu hamil. Kemitraan ini bertujuan menekan angka stunting di Indonesia melalui produksi suplemen lokal yang dipusatkan di fasilitas manufaktur Bayer, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Selasa (18/8).
Untuk mendukung program tersebut, PT Bayer Indonesia menginvestasikan Rp99 miliar guna mengembangkan riset dan lini produksi. Saat ini, fasilitas di Cimanggis mampu memproduksi hingga 1,2 miliar tablet MMS per tahun. Kapasitas ini diproyeksikan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan 4,9 juta ibu hamil di Indonesia setiap tahunnya, tetapi juga untuk diekspor ke 42 negara.
Sebagai informasi, MMS merupakan suplemen khusus ibu hamil berstandar global (UNIMMAP) yang mengandung 15 jenis vitamin dan mineral esensial. Kehadiran suplemen ini dinilai lebih efektif dibandingkan tablet tambah darah biasa dalam mencegah stunting—kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis—sejak anak masih dalam kandungan (1.000 Hari Pertama Kehidupan).
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menekankan bahwa pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat.
“Kehadiran fasilitas produksi MMS lokal di Cimanggis ini adalah kunci krusial untuk memastikan setiap ibu hamil di pelosok Nusantara mendapatkan nutrisi terbaik secara konsisten,” ujar Dante saat meninjau langsung pabrik tersebut.
Dukungan terhadap program ini juga ditegaskan oleh Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan, Reem Alabali Radovan. Menurutnya, kerja sama ini merupakan wujud komitmen investasi berkelanjutan yang berdampak langsung pada kesehatan ibu dan anak di Indonesia.
“Melalui kebijakan pembangunan ini, kami ingin terus membangun jembatan kerja sama yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat di tingkat tapak,” kata Reem.
Sementara itu, Head of Bayer Supply Center Healthcare Cimanggis, Priscilla Silvan Praritza, memastikan kesiapan pihaknya dalam menyediakan MMS berstandar dunia. Selain fokus pada kapasitas produksi kesehatan, fasilitas ini juga mengedepankan operasional yang ramah lingkungan.
Pabrik di Cimanggis kini telah dilengkapi instalasi panel surya atap seluas 1,66 hektare. Fasilitas energi bersih ini mampu menyuplai 43 persen kebutuhan energi operasional pabrik dan memangkas emisi karbon hingga 2.073 ton per tahun.
Pemerintah menargetkan akses terhadap suplemen MMS berkualitas ini dapat menjangkau seluruh calon ibu di Indonesia secara merata sebagai langkah preventif mewujudkan generasi bebas stunting.





