Tim Olimpiade Biologi Indonesia Borong Empat Medali di IBO 2026

oleh
oleh

MAJALAHTERAS.COM – Prestasi pelajar Indonesia di ajang olimpiade sains internasional kembali bertambah. Tim Olimpiade Biologi Indonesia meraih satu medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu pada International Biology Olympiad (IBO) ke-37 yang digelar di Vilnius, Lithuania, pada 12–19 Juli 2026.

Capaian tersebut melanjutkan tren positif Indonesia setelah sebelumnya meraih medali emas pada International Physics Olympiad (IPhO) 2026. Medali emas di IBO menjadi emas kedua yang dipersembahkan Indonesia pada ajang olimpiade sains internasional tahun ini.

Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan prestasi tersebut menunjukkan daya saing talenta muda Indonesia di tingkat global.

“Capaian ini menjadi bukti nyata talenta muda Indonesia dapat bersaing di tingkat global. Medali emas pada IBO merupakan medali emas kedua yang berhasil diraih Indonesia pada olimpiade sains internasional tahun ini setelah International Physics Olympiad (IPhO). Selamat kepada para peserta, semoga prestasi ini menginspirasi talenta muda Indonesia lainnya,” ujar Irene.

Medali emas diraih Jonathan Ezekiel dari SMA Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Banten. Dua medali perak masing-masing dipersembahkan Derickson Lie dari SMAS Mondial Batam dan Talita Alya Nabilah dari MAN 2 Kota Malang. Adapun medali perunggu diraih Sabrina Yeira Arisandra dari SMA Negeri 3 Malang.

Setibanya di Tanah Air pada Senin (20/7), Jonathan mengaku bangga dapat mewakili Indonesia di ajang internasional. Menurut dia, keberhasilan tersebut diraih setelah melalui tiga tahap pemusatan pelatihan nasional sebelum bertanding di Lithuania.

Ia berharap prestasi yang diraih dapat memotivasi generasi muda Indonesia untuk terus belajar, berani menghadapi tantangan, dan menekuni bidang yang diminati.

Team Leader Tim Olimpiade Biologi Indonesia, Agus Dana Permana, mengatakan hasil tahun ini merupakan buah dari kerja keras peserta, para pembina, serta dukungan berbagai pihak selama proses pembinaan.

Menurut Agus, meski waktu pelatihan masih terbatas, para peserta mampu menunjukkan performa yang kompetitif di tingkat internasional.

“Pembinaan menjadi kunci utama. Semakin panjang waktu pelatihan, terutama untuk praktikum, semakin besar peluang siswa meraih hasil terbaik. Kami bersyukur tahun ini Indonesia kembali meraih medali emas. Ini menunjukkan bahwa talenta muda Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat dunia apabila didukung pembinaan yang berkelanjutan,” katanya.

IBO 2026 diikuti oleh 78 negara, dengan masing-masing mengirimkan maksimal empat peserta. Agus menilai pengalaman mengikuti kompetisi internasional tidak hanya mengasah kemampuan akademik peserta, tetapi juga memperluas wawasan dan jejaring global mereka.

Kepala SMA Kristen BPK Penabur Gading Serpong, Kristina Tarigan, mengatakan keberhasilan Jonathan merupakan hasil kerja keras dan konsistensi yang didukung kolaborasi antara sekolah, pembina, dan keluarga.

Menurut Kristina, sekolah memberikan pembinaan khusus melalui program Brilliant Class yang mengintegrasikan kurikulum nasional, Cambridge, serta pembinaan olimpiade.

Sementara itu, ayah Jonathan, Deni, mengatakan dukungan keluarga selama ini difokuskan pada kesiapan mental dan fisik putranya selama mengikuti proses pembinaan.

“Kami bangga atas prestasi Jonathan. Saya berharap anak-anak Indonesia terus percaya diri, berjuang, dan tidak takut bermimpi karena kerja keras akan membuahkan hasil,” ujarnya.

Kemendikdasmen melalui Puspresnas menyatakan akan terus memperkuat sistem pembinaan talenta secara berkelanjutan agar semakin banyak pelajar Indonesia mampu berprestasi di tingkat internasional. Prestasi pada IBO 2026 menjadi salah satu indikator bahwa investasi pada pembinaan talenta sejak dini mampu menghasilkan generasi muda yang kompetitif di panggung global.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.