Dalam upaya memperkuat transparansi dan pelayanan publik berbasis digital, Pemerintah Desa Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, kembali menggelar Pelatihan Tahap Kedua Pengelolaan Website Desa pada Jumat, 12 September 2025. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang berfokus pada penguatan kapasitas aparatur desa dalam bidang teknologi informasi.
Pelatihan tahap kedua ini difokuskan pada optimalisasi website sebagai portal layanan publik digital, meliputi pembuatan halaman khusus untuk layanan administrasi desa seperti surat keterangan domisili, surat pengantar, dan layanan kependudukan, serta pengelolaan galeri dokumentasi kegiatan desa.
Kegiatan berlangsung di Aula Desa Harjatani mulai pukul 13.00 hingga 16.00 WIB, diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari aparatur desa, pengelola website, serta perwakilan RT dan RW. Pelatihan dipandu langsung oleh tim pengabdian dari Untirta yang terdiri atas Dr. Ipah Ema Jumiati, S.Ip., M.Si, Bagus Dwi Cahyono, M.Pd., dan Royan Habibie, M.Kom., dengan pendampingan dua mahasiswa, Izal Ihsani dan Aditya Rahman.
Kepala Desa Harjatani, H. Sofan, S.A.P., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada tim pengabdian Untirta atas keberlanjutan program yang telah membantu menghidupkan kembali website desa. “Website ini bukan sekadar sarana informasi, tetapi juga bagian dari transparansi dan pelayanan publik. Dengan pelatihan ini, kami berharap aparatur desa semakin mahir dalam mengelola layanan digital untuk masyarakat,” ujarnya.
Pelatihan tahap kedua dirancang dengan pendekatan praktik langsung. Peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk membuat dan mengelola halaman layanan publik sesuai bidang masing-masing. Selain itu, tim pengabdian memberikan panduan teknis tentang integrasi dokumen digital dan pengelolaan konten berbasis Content Management System (CMS).
Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta. Sekitar 90 persen peserta berhasil membuat halaman layanan publik secara mandiri dan mampu mengunggah dokumen sesuai prosedur. Beberapa peserta juga mulai merancang konten promosi untuk potensi BUMDes, wisata, dan produk unggulan desa melalui website.
Menurut Bagus Dwi Cahyono, M.Pd., salah satu anggota tim pengabdian, kegiatan ini merupakan bagian penting dalam mendukung tata kelola desa berbasis digital. “Kami ingin memastikan aparatur desa tidak hanya mampu mengelola konten, tetapi juga memahami pentingnya website sebagai pusat layanan publik yang akuntabel dan transparan,” ujarnya.
Kendati demikian, masih terdapat sejumlah kendala teknis seperti keterbatasan perangkat komputer dan akses internet yang belum merata. Namun, Pemerintah Desa Harjatani berkomitmen untuk menyediakan sarana pendukung serta melanjutkan kerja sama dengan Untirta dalam pendampingan berkelanjutan.
Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pemerintahan desa yang modern dan partisipatif. Dengan meningkatnya kemampuan aparatur desa dalam mengelola website, diharapkan Desa Harjatani dapat menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Serang dalam penerapan layanan publik digital yang efektif, transparan, dan berkelanjutan.***
