Wisata Masjid Kapal Bosok Saksi Bisu keberadaan jejak Wali Allah Ki Angga Derpa

Majalahteras.com – Perjalanan wisata bagi setiap orang, tentu mempunyai maksud dan tujuan tersendiri dalam melakukan aktivitasnya itu. Pada umumnya berwisata, biasanya orang pergi berkunjung ke tempat atau lokasi pusat keramaian, baik itu pantai dan lainnya. Akan tetapi, tak jarang pula sebagian orang berwisata ke tempat indah pemandangan dan sepi aktivitas manusia, seperti wisata ke alam pegunungan, goa-goa, dan wisata religi.

salah satunya seperti mendatangi tempat wisata religi bersejarah yang lagi populer di Serang,

Provinsi Banten. Kapal Bosok Terletak di Kampung Drangong, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, Banten.

Apa yang membuat kawasan tersebut menjadi diminati wisatawan dari berbagai daerah? Selain karena keberadaan jejak Wali Allah Ki Angga Derpa, kompleks tersebut punya masjid berbentuk kapal yang sangat unik dan langka.

Ada tiga kapal yang tersusun dengan masjid berlantai empat bercat biru, hijau dan putih. Pada lantai paling atas terdapat lambang Burung Garuda Pancasila.

Masjid kapal unik itulah yang menarik minat wisatawan untuk mengabadikan gambar dengan berfoto selfie, lantas menggunggahnya ke berbagai media sosial terutama Instagram.

Adalah Wali Allah asli Curug, dikeramatkan dan diziarahi banyak pengunjung, berlokasi di kompleks masjid kapal.

Dikutip dari TribunWisata, Selasa (18/7), sejarah kisah Ki Angga Derepa bermula ketika mendapatkan tugas dari Sultan pada zaman Kesultanan Banten.

Dia dikenal sebagai tokoh yang sakti karena karomahnya yang didapatkan dari Allah. Dia diminta mengumpulkan kayu bakar untuk keperluan hajatan pernikahan putri Sultan Banten.

Namun, Ki Angga Derpa justru membawa kayu besar utuh yang dibawa dengan menyeretnya menggunakan tali yang dikaitkan pundaknya.

Tidak disangka-sangka, seekor harimau menempati bagian dalam pohon yang berlubang. Macan itu kemudian lepas saat pesta berlangsung dan mengacaukan acara pernikahan.

Sang Sultan yang marah menghukumnya, mengikat di sebuah kapal di pelabuhan setempat. Berkat karomahnya sebagai seorang wali, Ki Angga Derpa berjalan hingga menarik kapal yang terikat dengan badannya.

Ia lantas beristirahat di sebuah kampung bernama Drangong, Kelurahan Curug Manis hingga akhir hayatnya. Cerita tutur mencatat, kapal sang wali itu bersemayam hingga membusuk.

Penduduk setempat kemudian menyebutnya “kapal bosok” yang diambil dari bahasa Jawa, artinya adalah kapal busuk. Itulah asal-usul kapal bosok di Serang, Banten.

Makam Ki Angga Derpa sendiri berlokasi di dekat Masjid Kapal Bosok. Nama itu semakin populer dan dicari, setelah banyaknya gambar Kapal Bosok yang diunggah di berbagai media sosial seperti Instagram.

Pengelola makam tidak segan untuk mengingatkan kepada pengunjung untuk berziarah ke makam dulu dan mendoakan Ki Angga Derpa, sebelum berkunjung ke masjid kapal.

Masjid Kapal Bosok yang berlokasi di Kampung Drangong, RT 03 RW 01, Kelurahan Curug Manis, Kecamatan Curug, Kota Serang, diharapkan menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kota Serang. Hal tersebut diungkapkan Walikota Serang Tb Haerul Jaman saat meresmikan Masjid Kapal Bosok yang berbarengan dengan haul Syekh Abdullah Angga Derpa, Sabtu (22/7).***