Laksamana Pertama TNI  Ir. H. Eden Gunawan, MM : Tingkatkan Kualitas Pembangunan,  Menuju Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Majalahteras.com – Dilahirkan di Bandung di Bandung, 23 November 1960, Eden Gunawan  lahir sebagai putra kelima dari 10 bersaudara dari seorang Ayah, Drs. H.M Husein Sastraharja (tokoh masyarakat dunia pendidikan di Jawa Barat dan Banten).

Gelar S1 diperoleh dari Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL), sebuah Perguruan Tinggi hasil kerjasama ITB dan TNI AL dibantu oleh USA dalam bentuk kurikulum yang prestisius Monterry dengan harapan ada loncatan teknologi persenjataan dan manajemen yang modern, sehingga pada tahun 1960-an TNI AL sudah lebih dulu menguasai teknologi tingkat tinggi, termasuk operation researchnya.

Melengkapi pendidikan formal karier pejabat publik, Eden juga  menyempurnakan S2 di bidang Magister Manajemen. Secara pelan tapi pasti Pendidikan S3 UNIBRAW Bidang Kebijakan Publik juga sekarang sedang ditempuh agar mampu menyelesaikan permasalahan kehidupan masayarakat dengan lebih bijak dan manusiawi.

Eden Gunawan juga memilih Teknik Manajemen Industri STTAL karena ke depan pada tataran middle manajer pengetahuan ini menjadi vital bagi seorang perwira Menengah dan Perwira Tinggi. Selanjutnya semua jenjang pendidikan dilampaui dengan mulus, seperti Sekolah Tertinggi di AL Sekolah Sus Opsgab Overseas Joint Warfare di Australia, dan Lemhanas di Cina CDSS National Defence University.

Untuk jejak langkahnya di dunia militer, Eden Gunawan mencapai karier sebagai Perwira Tinggi TNI AL secara berjenjang dari posisi Letnan Dua (Lulusan AKABRI LAUT Angkatan 1984 (Satu Angkatan dengan Kepala BNN, Komjen Pol. Budi Waseso).

Setelah ditugaskan di berbagai kapal perang RI, mulai dari Kapal Perang Jenis Patrol Ship Killer (PSK) sampai dengan Destroyer (DD), penempatan di berbagai staf Perencanaan Logistik di Armada RI, Kepala Seksi Electronik Data Proccesing Puskudal Mabes TNI AL, Badan Perbekalan Mabes TNI, Bais TNI, dan Paban IV Hubungan Luar Negeri sampai dijalaninya selama 4 tahun, dan terakhir dipercaya menjadi Kepala BIN Maluku Utara.

Seiring dengan pengalamannya, beliau mendapat penugasan di berbagai pekerjaan, bukan saja militer seperti di operasi maupun latihan militer angkatan maupun gabungan, logistic, pengadaan barang dan jasa, telekomunikasi, dan intelijen serta penugasan sebagai diplomat Atase Laut RI di Canberra Australia.

Sekedar untuk diketahui,  selama penugasan sebagai diplomat, Eden Gunawan  juga  aktif dan terlibat dalam berbagai kerjasama internasional seperti, Asean Regional Forum (ARAF) dengan hampir seluruh Negara Asean, Australia, Amerika, Eropa dan negara-negara penting dikawasan Cina, Jepang, dan Amerika Serikat. Antara lain penanganan  masalah refugees, perbatasan laut, smuggling, trafficking, pembajakan, penyelundupan trans nasional crimes dan anti terrorist serta pembajakan laut.

Tak cuma aktif saja, pria yang dikenal ramah ini juga, kala itu ikut memberikan masukan dari aspek intelijen dalam hal sengketa perbatasan dan konflik laut Cina Selatan, serta bagaimana membangun hubungan kerjasama AL dalam bidang intelijen untuk mencegah ATHG terhadap Negara Kesatuan RI, dengan berbagai cara dan strategi agar pemerintah pusat lebih mudah memutuskan dan menguntungkan negara secara politis.

Sebenarnya, banyak pekerjaan yang tidak terpublikasi atas buah pikirannya(Eden-red), dalam rangka memerankan dirinya dalam membantu pemerintah dan masyarakat di pusat maupun di daerah secara tidak langsung. Hal seperti ini tidaklah mungkin dapat dilaksanakan jika tidak dibekali dan dilatar belakangi oleh pendidikan yang lengkap dan berjenjang secara baik.

Komplitlah sudah persyaratan menjadi pejabat militer maupun publik. Setelah sekian lama mengabdikan diri untuk Negara, semangat Eden untuk terus membangun NKRI tercinta, tak pernah surut. Hingar bingar pemilihan “Pemimpin Banten” pada 2017 mendatang, membuat Eden Gunawan, berniat untuk turut serta membangun Provinsi Banten.

Banten Dimata Eden Gunawan

Sekilas kembali ke tahun 1963, ketika  para tokoh Banten mencetuskan gagasan perlunya daerah Keresidenan Banten menjadi provinsi sendiri. Semangat tersebut terus berlanjut  hingga  awal Orde Baru, gerakan tuntutan Provinsi Banten gencar kembali. Hingga pada  17 Oktober 2000 Presiden Abdurrahman Wahid mengesahkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten, dan pada November 2000 dilakukan peresmian Provinsi Banten dan pelantikan pejabat Gubernur yaitu H. Hakamudin Jamal.

Melihat perjalanan panjang pembentukan Provinsi Banten tersebut dan cita-cita mulai para founding father, ada kegelisan tersendiri dari Eden Gunawan, melihat perkembangan tanah leluhurnya ini. Menurut pria yang dibesarkan di Banten ini, ketika dirinya pulang kampung (Banten-red) merasa sedih karena disambut dengan penataan daerah yang belum baik.

Eden mengatakan, saat ini Provinsi Banten perlu ada peningkatan dari berbagai sektor, sehingga ke visi dan misi yang diemban, yakni membangun Banten yang lebih baik, melalui pembangunan fisik dan moral. “Tentunya visi dan misi saya dengan melakukan pendekatan Nawacita atau sembilan priotas pembangunan yang saat ini dilakukan oleh Presiden Joko Widodo,” katanya.

Lebih jauh ditambahkan Eden, dengan  posisi strategis pada lintas perdagangan nasional dan internasional dengan luas wilayah kurang lebih 8.800.83 KM2, Banten juga  harus melakukan optimalisasi pembangunan, melalui sinergi pemerintah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, pemuda dan dunia usaha baik di bidang industri, pertanian, peternakan, pertambangan dan  pariwisata.

“Guna membangkitkan potensi Banten, perlu adanya restorasi, revolusi mental, regulasi, pemberdayaan  serta koordinasi.  Sehingga apa yang dicita-citakan pembangunan Banten yang lebih baik dalam rangka kesejahteraan dan keamanan masyarakat dapat meningkat,” terang Eden.

Disamping berbicara potensi,  Eden juga menyoroti  masalah SDM di Provinsi Banten. “Kita memang belum siap. Mengapa demikian kita bisa lihat berapa banyak tenaga kerja asing di Banten. Ini seharusnya menjadi cambuk bagi kita untuk meningkatkan kualitas diri sehingga kita mampu bersaing,” jelasnya.

Namun demikian ditegaskan Eden, tidak ada kata terlambat untuk membenahi Provinsi Banten, untuk menjadi lebih baik. “Kita masih punya harapan kedepan yang lebih baik. Dengan mengucap Innamal ‘amalu binniat. Semua kembali ke niat. Mulai dari diri kita mulai dari yang kecil mulai dan mulai saat ini. Mari semua masyarakat, khususnya generasi muda, kita tingkatkan sinergi  untuk menjadikan  Banten lebih baik,” pungkas Eden Gunawan.@FRAS