Rutan akan Bersinegri dengan Disperindag

Majalahteras.com – Sigit Budiyanto, pria kelahiran 2 Juni 1976 Sragen, Jawa Tengah ini sedang menampuk jabatan sebagai Kepala Rutan (ruang tahanan) Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. sebelumnya ia pernah menampuk jabatan sebagai Kepala Seksi Kerjasama Luar Negeri pada Direktorat Jendral Permasyarakatan pada tahun 2010-2016.

Pada pertengahan 2008 sampai pertengahan 2010, Sigit pernah menjabat sebagai Sekretaris pribadi Dubes (duta besar) Rusia, tepat nya di Moscow. Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai ajudan Menteri Hukum dan HAM di tahun 2004-2007. Dan menjabat Kepala Rutan (ruang tahanan) di Rangkasbitung setelah 9 bulan lalu.

Sigit menamatkan gelar Sarjananya (S2) pada awal 2005, di Universitas Indonesia dengan jurusan Psikologi Kriminal.

Saat ditemui oleh majalah teras diruangannya, Sigit mengatakan Jumlah binaan narapidana hingga hari ini ada 181 yang terdiri dari tahanan dan narapinada.

“Tiap hari rutan kadang bertambah, kadang juga berkurang, binaan bertambah apabila ada kiriman dari polsek-polsek, atau polres” ucapnya

Sigit menambahkan “Untuk di rutan rangkasbitung, bila status tahanan berubah menjadi napi, maka akan di pindahkan ke lapas lain”.

Tugas utama rutan yaitu membina warga binaan pemasyarakatan dan memberikan penyuluhan agar WBP bisa lebih baik dan tidak mengulangi kesalahan nya yang dulu. dan melaksanakan proses hukum dengan baik.

Binaan yang diberikan oleh rutan rangkasbitung ialah binaan keperibadian dan kemandirian, rutan rangkasbitung dalam pembinaan nya mempunyai pondok pesantren yang bernama al-magfiroh.

rutan rangkasbitung bekerja sama dengan beberapa instansi salah satunya adalah ponpes-ponpes yang berada di sekitar rutan untuk ikut berkontribusi mendatangkan ustadz nya untuk membina para WBP. serta berkontribusi dengan kantor kementerian agama kabupaten lebak. selain itu, rutan rangkasbitung bekerjasama dengan STIA Latanza Mashiro.

Beberapa keterampilan dalam bidang kemandirian untuk para binaan diantaranya pembuatan piring dari lidi, dan pemberdayaan koran bekas yang di olah menjadi beberapa keterampilan. dan ada juga sablon.

Ia mengatakan Disperindag kabupaten lebak akan memberikan kesempatan bagi rutan untuk mengirimkan produk-produk hasil karya narapidana yang akan di display di plaza lebak.

“itu sangan positif bagi kami dalam rangka pembinaan warga binaan pemasyarakatan, tadi juga saya sampaikan kepada teman teman dinas bahwa penting bagi rutan dan bagi instansi lain untuk mendukung program pembinaan bagi WBP kalau kita memang sama-sama berikhtikad baik untuk mengantisipasi tetjadinya kejahatan kembali,” ujar sigit kepala rutan rangkasbitung.

“kita juga melatih petugas untuk menjadi pelatih yang akan melatih WBP tentang bagaimana mengelola konflik” tambahnya.

Rutan rangkasbitung selalu melakukan sidak rutin yang di laksanakan seminggu satu sampai dua kali disaat pagi hari, siang, sore, ataupun malam.

“Sanksi bagi napi yang ketahuan melanggar peraturan itu akan diberikan sanksi, sansi yang diberikan tergantung dengan pelanggaran yang dilakukan. misalnya kedapatan membawa sendok, sanksi nya ialah di peringati dan disita” tutupnya @DEDE