Puan Maharani: Jembatan Gantung Ini Wujud Nyata dari Nawacita

http://majalahteras.com/Siapa yang tidak kenal dengan wanita satu ini? Ia adalah Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan kebudayaan di Kabinet Jokowi-Jusuf Kallah. Putri kandung Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri sekaligus cucu dari Presiden pertama RI, Soekarno, makin familiar dan sangat dikenal dikalangan masyarakat, terutama di kalangan politisi.

Puan Maharani telah mengenal dunia politik semenjak usianya masih muda. Puan merupakan sarjana bergelar Komunikasi Massa Fakultas FISIP Universitas Indonesia Jakarta. Dalam karirnya di bidang politik dimulai tahun 2006, Puan terpilih menjadi anggota DPP KNIP Bidang Luar Negeri. Sedangkan di internal PDIP, Puan dipercaya sebagai Ketua Bidang Politik dan Hubungan Antar Lembaga. Puan juga pernah menduduki jabatan sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI periode 2009-2014 dan juga pernah menjadi komisi VI serta anggota Kelengkapan dewan BKSA.

Pada 17 Februari 2016 kemarin, Puan berkunjung ke daerah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten untuk meresmikan 10 jembatan gantung baru. Paket 10 jembatan tersebut berasal dari anggaran Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan pagu anggaran Rp 45,64 miliar. Semua jembatan diselesaikan dalam waktu 80 hari, sejak selesainya tender pada 5 Oktober tahun lalu.

Kesepuluh jembatan tersebut antara lain Jembatan Kolelet, Ranca Wiru, Leuwi Loa, Cisimeut, Cigeulis, Cidikit, Cicariu, Bojong Apus, Cihambali, dan Cidadap. Peresmian 10 jembatan ini dilakukan secara simbolis di Jembatan Kolelet. Turut menemani Puan dalam peresmian, Menteri PUPR Basuki Hadimuldjono, Anggota Watimpres Rusdi Kirana, Gubernur Banten dan Bupati Lebak Iti Octavia.

Menurut Puan, pembangunan jembatan gantung merupakan bentuk nyata dari Nawacita Presiden Joko Widodo, dimana negara hadir untuk memenuhi kebutuhan rakyat, mewujudkan sarana dan prasarana yang selama ini dibutuhkan masyarakat. “Dengan 10 jembatan ini merupakan wujud nyata pemerintah memenuhi harapan masyarakat untuk meraih pendidikan. Anak-anak yang mau sekolah harus melewati jembatan gantung dengan susah. Jembatan Indiana Jones kata Bu Bupati Lebak tadi,” ujar Puan.

Untuk itu, Menko PMK mengharapkan anak-anak sekolah di Lebak jangan sampai tidak memanfaatkan jembatan tersebut dengan sebaik-baiknya. “Dengan jembatan ini ada akses luas. Pergi ke sekolah tanpa susah untuk sampai ke sekolah. Jadi manfaatkan jembatan ini dengan sebaiknya,” terangnya.

Puan berharap aktivitas masyarakat dalam kegiatan ekonomi, pendidikan, kekeluargaan, dan kegiatan sosial budaya lainnya akan berjalan dengan baik..

Puan juga meminta masyarakat Kabupaten Lebak untuk turut serta menjaga 10 jembatan gantung yang diresmikan. Menurutnya, jembatan sebagus apapun jika tidak dirawat secara bersama-sama oleh setiap pemangku kepentingan maka nilai manfaatnya dapat berkurang. “Masalah keselamatan dan ketertiban umum untuk jembatan-jembatan ini agar semua turut menjaga, tidak hanya oleh pemerintah tapi juga oleh masyarakat,” katanya.

Puan berharap agar seluruh pengguna jembatan yang telah diresmikan ini bisa menjaga dan merawatnya dengan baik. “Agar dijaga pemanfaatannya. Jangan coret-coret, foto-foto sampai merugikan yang lainnya, jangan iseng bautnya dicongkel,” terangnya. @H. AHYA