Pelestarian Musik Dambus Bangka

http://majalahteras.com/-Effendi selaku pegiat seni di Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya melestarikan musik dambus khas daerah tersebut agar bisa diwariskan kepada generasi selanjutnya. Lebih dari enam tahun, ia mengenalkan musik dambus dari rumah ke rumah di Muntok agar masyarakat semakin dekat dan mengenal serta mencintai budaya lokal yang dimiliki.

Pelestarian musik tradisionala ini merupakan panggilan hatinya karena sudah banyak generasi muda sekarang yang enggan memainkan musik tradisional. Menurut dia, generasi muda setempat tidak tertarik memainkan alat petik yang menyerupai ukulele tersebut karena selama ini nada dan syair yang dimainkan tradisional, bahkan dicap kampungan dan ketinggalan zaman.

“Agar lebih menarik, saya terpaksa menyetel ulang senar dambus, menyesuaikan nada-nada diatonik agar alat musik dambus bisa mengiringi lagu-lagu populer, bahkan ketukan petik juga dimainkan seperti layaknya memainkan gitar,” kata dia. Upaya tersebut dilakukan agar alat musik dambus yang dimainkan seperti layaknya nada gitar sehingga mudah untuk dipelajari dan lebih akrab di telinga warga yang mendengarkan alunan nadanya.

Harapannya ke depan musik dambus bisa semakin diminati dan menjadi bagian aktivitas masyarakat dan sebagai jati diri masyarakat setempat. Ia berjanji akan berusaha mempopulerkan musik dambus Bangka agar bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk datang ke ke ujung barat Pulau Bangka. “Gamelan Jawa bisa mendunia, kami yakin pada saatnya nanti dambus Bangka pun akan mampu menyamai prestasi tersebut,” kata dia.