Menilik Armada Cheng Ho di Batam

Majalahteras.com – Selain dikenal dengan surga belanja barang bermerk, kini Batam memiliki destinasi yang baru diresmikan yaitu Armada Cheng Ho. Laksamana Cheng Ho dari Negeri Tiongkok mengarungi banyak tempat di Nusantara. Diharapkan dengan membuat destinasi Cheng Ho, bisa menarik wisatawan asal Tiongkok untuk liburan ke Batam.

Beberapa waktu lalu Menko Kemritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan replika kapal Cheng Ho di Batam, Kepulauan Riau. Bukan tanpa alasan tentunya mengapa Laksamana Cheng Ho dijadikan sebagai salah satu icon pariwisata di Indonesia.

Indroyono kemudian mengawali ceritanya tentang Cheng Ho sambil menyusuri interior replika kapal ‘Golden Cheng Ho II’ di kawasan Golden King, Batam. Cheng Ho merupakan penjelajah laut asal Tiongkok pada masa dinasti Ming atau sekitar tahun 1400-an.

“Selama dua puluh delapan tahun dia mengarungi samudera atau ada 7 penjelajahan. Yang menarik adalah, lima dari tujuh penjelajahan itu melintasi Nusantara. Kalau kita cocokan dengan sejarah kita, maka pada saat itu di Nusantara adalah zaman kesultanan Demak dan Samudera Pasai. Itulah mengapa Cheng Ho langsung akrab dengan kerajaan Nusantara karena sama-sama beragama Islam,” tutur Indroyono.

Berbagai peninggalan bersejarah dari penjelajahan Cheng Ho pun masih membekas di beberapa kota. Saat itu memang Cheng Ho membawa 300-an kapal yang berisi sekitar 37.700 anak buah kapal.

“Jadi di zaman itu Cheng Ho sudah bawa 37.700 wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Mungkin itu visit Indonesia year abad ke-15,” seloroh santai Indroyono.

Perjalanan ini kemudian menjadi inspirasi pemerintah untuk mengintegrasikan kota-kota yang memiliki peninggalan Cheng ho menjadi satu konsep bertajuk ‘Jalur Samudera Cheng Ho’ atau ‘Cheng Ho Raw’. Setidaknya tercatat ada sembilan kota yang dilintasi oleh Cheng Ho di Nusantara yakni Aceh, Batam, Palembang, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya dan Bali.

Batam pun dijadikan sebagai pembuka dari Jalur Samudera Cheng Ho karena infrastruktur yang sudah siap dan ada wisata sembari naik replika kapal Cheng Ho. Selain Batam juga ada Semarang yang disebut sudah siap, sementara kota lain akan disiapkan situs yang menunjang tema ini.

Menpar Arief Yahya kemudian menambahkan bahwa wisatawan asal Tiongkok adalah sasaran utama promosi dari wisata tematik Cheng Ho. Pasalnya adalah setiap tahunnya angka penduduk Tiongkok yang berwisata ke luar negeri mencapai 100 juta orang.

“Yang ke Indonesia hanya 1 juta, sementara yang ke Thailand mencapai 5 juta. Dengan adanya jalur samudera Cheng Ho ini diharapkan akan menyerap wisatawan asal Tiongkok,” ujar Arief. ***