Mengenang Pemakrasa Kawasan Wisata Tembong Jaya

Majalahteras.com – Water Boom Tembong Jaya menjadi sarana wisata masyarakat Kota Serang. Berlokasi di Jl. Raya Pandeglang Kilometer Tiga Palima, Ja­lan Raya Pandeglang, Tembong Jaya dibangun di atas lahan seluas 100 hektare, menyajikan pemandangan alam asri yang mengelili kawasan. Terdapat danau lengkap dengan perangkat perahu bebek, tempat pemancingan lengkap dengan tenda peristirahatan, bahkan dilengkapi dengan villa penginapan.

Untuk kenyamanan pengunjung, Water Boom Tembong Jaya terus melakukan penambahan fasilitas seperti paket ulang tahun, pernikaan, one day tour dari perusahaan.

Pengembangan kawasan wisata Tembong Jaya, tentunya tidak terlepas dari prakasa seorang Tokoh Banten dan juga pelaku sejarah pembentukan Provinsi Banten Alm. H. Tb. Chasan Sochib. Keinginannya untuk memberikan kemudahan masyarakat Serang dalam berwisata dari  berbagai lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat kalangan atas maupun kalangan bawah.

Konsen terhadap pembangunan pariwisata di Banten,  Alm. H. Tb. Chasan Sochib juga memiliki konsep untuk membangun Kawasan Wisata Terpadu Tembong Jaya. Secara umum, kawasan wisata terpadu terdiri atas beragam fasilitas antara lain; Waterboom, Pemancingan, Perahu Air, Futsal, Outbound, Lepangan Tenis, Villa dan Lapangan Golf, dan akan dibangun hunian warga Banten.

Tidak hanya itu saja, Alm . Tb. Chasan Socib juga menyiapkan konsep Kota Satelit, yang direncanakan pembangunan  di sekitar Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kecamatan Curug dan Cipocok Jaya, Kota Serang. Dua kecamatan itu direncanakan menjadi kota yang paling maju di Provinsi Banten.

Konsep Kota Satelit ini pun terus dijalankan seperti dikatan Ramawati, Komisaris PT Bahtera Banten Jaya rencananya akan membangun seluruh sarana dan prasaran diatas lahan seluas 515 hektar,  dari daerah Tembong tembus sampai ke KP3B. Sementara ini, lahan yang sudah dimiliki baru mencapai setengahnya. Adapun sejumlah fasilitas yang akan dibangun di antaranya adalah hotel, perkantoran, gudang, tempat wisata air, restoran, play ground, universitas, kebun binatang kecil, dan lainnya. “Nama Kota Satelit itu adalah ide dan keinginan dari almarhum Abah Chasan Sochib. Kenapa dipilih dibangun di dekat KP3B juga karena itu kan pusat pemerintahan, jadi pasti akan berkembang pesat,” ujarnya.

Sosok Alm H. Tb Chasan Sochib yang memiliki wibawa dan ide dalam pembangunan pariwita begitu melekat, demikian dikatakan Sandra Kayle, Accounting Manager Water Boom Tembong Jaya. “Pembangunan kawasan wisata terpadu merupakan gagasan almarhum agar, masyarakat Banten dapat menikmati wisata yang murah untuk semua lapisan masyarakat,”  ujar wanita cantik ini.

Menurut Sandra,  tiga tahun di usia Water Boom Tembong Jaya, telah mengalami perkembangan dengan grafik yang cepat. “Water Boom Tembong Jaya, semakin banyak pengunjungnya baik dari kalangan sekolah, masyarakat, dan perusahaan-perusahaan. Semoga Tembong Jaya terus maju dan menjadi pilihan wisata masyarakat Banten serta impian almarum membangun pariwisata terwujud, ” jelasnya.

Hal senada dikatan Ajat Sudrajat, karyawan Water Boom Tembong Jaya, merasa sosok Alm H. Tb. Chasan Sochib begitu melekat dihati. “Almarhum dekat dengan semua begitu juga dengan karyawan disini,” terang Ajat. @WIRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *