Menanti Bersatunya Pemimpin Nasionalis Kebangsaan dan Nasionalis Islam

http://majalahteras.com/-Sebab Tjokroaminoto pernah berkata “Jika kita kaum Muslim, benar-benar memahami dan secara sungguh-sungguh melaksanakan ajaran-ajaran Islam, kita pastilah akan menjadi para demokrat dan sosialis sejati.” Tercatat dalam sejarah bahwa nasionalis Islam—pada umumnya kelompok cendikiawan muslim, konsisten mencintai tanah air dan memerjuangkan nilai-nilai tanah airnya berdasarkan ajaran agama Islam. Di sisi lain, Insinyur Soekarno pernah membaca teks proklamasi dengan khusyuk. Memproklamirkan kemerdekaan dengan semangat nasionalis kebangsaan yang kuat.

Pada acara pelantikan pengurus KAMMI periode 2016-2018, Rabu 24 Februari 2016, Gubernur Banten, Rano Karno bertemu dengan Ahmad Taufik Nuriman (ATN). Keduanya menjadi tamu undangan dalam acara pelantikan tersebut. Kendati keduanya digadang-gadang menjadi bakal calon gubernur pada Pilgub 2017 mendatang, mereka berdua mengaku siap untuk berduet sebagai pasangan calon dalam Pilgub mendatang. Pertemuan tersebut berlangsung di markas ATN, kawasan Ciracas, Kota Serang. Gubernur Banten, Rano Karno mengatakan kedatangannya ke markas ATN tidak hanya memenuhi undangan, tetapi juga sekaligus bersilaturahmi dengan mantan Bupati Serang selama dua periode tersebut.

Gubernur Banten, Rano Karno, dinilai memiliki komitmen dan respons yang baik menurut Sekjen Pusat KAMMI, Irfan Fauzi mengatakan bila Rano dan Taufik bergandeng dalam Pilgub 2017, kehadiran Rano akan menjadi sosok yang mampu merespons gerakan pemuda sebagai penerus generasi muda Banten. Sebab pemilihan pemimpin ke depan yang paling mungkin dilakukan adalah melihat track record yang baik serta sejauh mana kebermanfaatannya terhadap masyarakat.

Terkait soal persiapan Pilgub 2017 mendatang, Rano mengaku masih menunggu instruksi dan arahan partai. Meskipun demikian, ia pun mengaku siap bila dirinya—dengan didukung oleh banyak pihak, disandingkan dengan Taufik dalam pencalonan nanti. Menurut Ifan, Rano Karno menjadi icon generasi muda dengan semangat nasionalis kebangsaan yang kokoh.

Pada kesempatan yang sama Ahmad Taufik Nuriman yang dikenal luas sebagai cendikiawan muslim juga mengatakan, pengabdian kepada masyarakat adalah amanah yang mesti dijaga. Dirinya mengaku siap untuk meramaikan bursa Pilgub tahun 2017. Taufik sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh di Banten. Komunikasi tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab untuk mengabdi terhadap masyarakat Banten. Pengabdian yang amanah dibarengi dengan semangat keagamaan dan kebangsaan yang kokoh akan menjadi sinergisitas yang kuat dalam membangun Banten.

            Taufik juga mengatakan, membuka diri bagi partai mana pun yang akan mengusung dirinya dan ia mengatakan tidak akan maju sebagai calon independen. Menurut pengakuan Taufik ada dua partai yang telah berkomunikasi dengan dirinya yaitu, Partai Gerindra dan PAN. Dua partai tersebut telah berkomunikasi cukup intens, tetapi komunikasi tersebut belum mengarah kepada keputusan menyoal dukungan pencalonan dirinya nanti.

Menyikapi kemungkinan Rano dan Taufik berpasangan pada Pilgub 2017 akan datang, Irfan Fauzi Sekjen KAMMI Pusat mengatakan, Indonesia sebagai negara yang multikultural dan khususnya Banten sebagai daerah yang berbasis Budaya dan Masyarakat Islam, yang memiliki visi “Iman dan Taqwa”, mengharuskan pasangan pemimpin Banten ke depan mampu mengharmonisasikan perbedaan-perbedaan. Pasangan pemimpin Banten yang ideal adalah pasangan pemimpin yang mampu menyelaraskan kepentingan nasionalis kebangsaan (sekuler-pen) dan tidak melupakan unsur agama (Nasionalis Islam-pen) sebagai landasan berpikir dan bertindak. “Kita yang hidup di atas perbedaan-perbedaan yang ada, seharusnya mendapat pasangan pemimpin yang dapat mendekatkan perbedaan tersebut,” ujar Sekjen KAMMI Pusat. @AANG/DHEA