Majelis Cendekiawan Keraton Bantu Lestarikan Lingkungan Hidup

MAJALAHTERAS.Com – Cagar budaya dan lingkungan hidup harus salalu dijaga dan dilestarikan. Tanggung jawab melestarikan ini tidak hanya ada pada pemerintah, tetapi juga semua elemen masyarakat.

Dalam rangka melestarikan Cagar Budaya Kearifan Lokal, sejarah, dan lingkungan hidup, serta memberdayakan cendikiawan Keraton Nusantara agar dapat turut serta membangun negara, pada 26 Desember 2017 dikukuhkan Majelis Cendekiawan Keraton Keraton Nusantara (MCKN) yang berada di bawah naungan YARASUTRA (Yayasan Raja dan Sultan Nusantara).

Acara pengukuhan MCKN dilaksanakan di Gedung Negara dengan upacara adat di Keraton Srimanganti Sumedang, yang diawali prosesi adat penyambutan Raja dan Sultan Nusantara, disusul penorehan rajah di pintu gerbang Gedung Negara Pemkab Sumedang, tari klasik, pengukuhan cabang-cabang MCKN dan diakhiri dengan doa.

Bertindak sebagai Ketua Panitia Pengukuhan MCKN Pajajaran Anyar Sumedang Larang adalah Ki H. DR. Iwan Dharmasetiawan Natapradja, CRS. Mus. CRS.Ethmus, CPA.

Sementara terpilih sebagai Ketua Umum Presidium MCKN Jabar adalah NR Rulany Indra Gartika Rusady Wirahaditenaya S.Pd. Mus. MA (Ully Hary Rusady) yang juga adalah Duta Keraton Sumedang Larang (KSL).

Seperti diketahui, Ketua Umum YARASUTRA adalah Sultan Mahmud Iskandar Badarudin, sementara Ketua Umum MCKN adalah Prof. DR M Asdar dan Sekretaris Jenderal P Natadiguna Mas’ud Thoyib Jaya Karta Adiningrat.

Hadir dalam acara pengukuhan ini raja-raja dan Sultan Nusantara dari Kesultanan Palembang, Kerajaan Bone, Kerajaan Botang Maros, Kedaton Jakarta, Kerajaan Majene, Kesultanan Paseur Kalimantan Timur, Kerajaan Siladendeng Lombok, Kesultanan Bulungan.

Delapan daerah keraton yang dilantik terdiri atas Keraton Sumedang Larang (Kabupaten Sumedang) yang menjadi tuan rumah, Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Indramayu, Majalengka, Bogor, dan Kota Tasikmalaya. Pelantikan secara resmi dilakukan oleh Ketua MCKN Pusat, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dari Keraton Kesultanan Palembang Darussalam yang juga Ketua Umum Yayasan Raja Sultan Nusantara (Yarasutra).

Ully Sigar Rusady menyebut, pembentukan MCKN delapan kabupaten/kota di Jabar bertujuan untuk melestarikan peradaban, nilai-nilai sejarah, budaya dan kearifan tradisional lainnya warisan para leluhur. Selain itu juga untuk memberdayakan para cendekiawan dalam membangun bangsa dan negara, mulai dari perdesaan dan kabupaten/kota.

“Ini menjadi amanah yang mesti kami jalankan. Para pengurus MCKN kabupaten/kota di Jabar sangat percaya kepada kami. Mereka bersemangat untuk bersatu dan berkiprah bersama untuk membangun daerah Tatar Sunda. Kami berkiprah untuk maju,” tuturnya.

Selain memiliki program pelestarian nilai-nilai luhur sejarah dan budaya, MCKN juga ikut berpartisipasi menjaga kelestarian alam dan lingkungan. Misalnya, menanam pohon serta penyelamatan sejumlah mata air yang nyaris punah.

Ia menambahkan, pembentukan wadah MCKN bukan untuk membentuk kekuatan sendiri, melainkan untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan dalam program dan kegiatannya, MCKN ikut serta dalam kegiatan bela negara.@IMAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *