Mahpudin: Peran Orang Tua, Guru Dan Lingkungan Penting Untuk Pendidikan Anak

majalahteras.com  – Mahpudin, S.E belum lama dilantik oleh Bupati Kabupaten Pandeglang Hj. Irna Narulita, S.E, M.M sebagai Kepala UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Angsana yang sebelumnya pada UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Cibitung.

Hari pertama bertugas sebagai Kepala Upt yang mempunyai tupoksi melaksanakan sebagian tugas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di wilayah Kecamatan, lintas sektoral, pembinaan dan pengawasan pelaksanaan pendidikan serta evaluasi pelaporan pelaksana pendidikan.

Berkaitan dengan itu sesuai peraturan Bupati tentang pakaian dinas Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Pandeglang bahwa dalam rangka meningkatkan pelayanan, tanggung jawab, disiplin, citra dan keseragaman perlu diatur pengenaan pakaian seragam lengkap dengan atribut.

Tujuan ditetapkanya agar menumbuhkan rasa kebersamaan, memperkuat jiwa persaudaraan sehingga dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan di kalangan pegawai guna menujukan identitas diri dalam melaksankan tugas berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 bahwa aparatur sipil Negara harus memiliki 3 (tiga) kompetensi diantaranya kompetensi sosial dan kompetensi profesi serta yang terpenting kompetensi pribadi, karena ada kaitannya dengan disiplin dalam suatu pekerjaan yang perlu diutamakan sesuai peraturan yang telah ditentukan oleh semua pegawai khususnya di lingkungan Upt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Angsana.

“Jumlah pegawai di lingkungan Kecamatan Angsana sebanyak 121 orang, yang terdiri pengawas, staf dan bidang lain dapat bersinergi menjalin kerjasama komunikasi. Tanpa kerjasama dari semua pihak program UPT tidak akan berjalan sesuai harapan,” jelas Mahpudin.

Adanya rasa mencintai dan memiliki tupoksi sebagai seorang guru sangat  sangat penting untuk dimiliki. Apapun yang diintruksikan Bupati, termasuk dalam peningkatkan pemahaman K13, karena K13 ini banyak menekankan nilai-nilai karakter. Titik utamanya adalah pengembangan literasi karakter dan kompetensi terhadap anak.

Dikatakan Mahpudin,  pihaknya terus  melakukan sosialisasi mulai dari tingkat kebupaten sampai tingkat kecamatan. Sehingga hampir 80 persen sekolah-sekolah sudah melaksanakan K13 dan berharap untuk tahun ajaran baru seluruh sekolah sudah memakai K13.

Adanya keharusan seluruh sekolah memiliki buku K13, UPT dan pengawas berinisiatif bagaimana agar seluruh sekolah di lingkungan Upt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Angsana memiliki buku paket pembelajaran K13 tersebut.

“Alhamdulilah dengan adanya monitoring terus dilakukan baik administrasi maupun kesiapan  memberi pembelajaran K13 untuk siswa berjalan efektif. Penerapan K13 selama ini tidak ada kendala tetapi para guru sedikit kerepotan dalam hal administrasinya,” katanya.

Mahpudin berharap, para pendidik dapat melaksanakan tugasnya sehari-hari di kelas secara profesional sehingga pada akhirnya mutu pendidikan dapat lebih terjaga dan terus meningkat, dan pada semua para orang tua dapat mendampingi anaknya agar tidak mengalami kebingungan, karena K13 lebih banyak melibatkan orang tua dalam pembelajaran.

“Peran orang tua sangatlah penting dan mempunyai peran sentral untuk membantu mengakomodir anak. Anak bagaikan emas yang sangat berharga untuk masa depan kita. Oleh karena itu peran orang tua, guru dan lingkungan sangatlah penting, untuk itu jaga dan didik anak kita sebaik mungkin,” pungkasnya.

Pendidikan, Mahpudin menilai, bisa lebih berkualitas dan lebih baik. Untuk itu mari kita terus tingkatkan disiplin dan mensyukuri, sebagai abdi negara dituntut untuk terus meningkatkan kualitas pekerjaan sehingga menjadi tenaga pendidik yang khusnul hotimah.@JUANDA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *