Konsultasi Karier: Bagaimana agar Tetap Profesional Saat Bekerja?

Majalahteras.com – Yth dr. Karir,

Saya adalah seorang profesional. Bagaimana saya dapat menjadi seorang yang benar profesional sedang saya melihat (semoga penglihatan saya benar), bahwa banyak rekan sejawat saya banyak yang tidak profesional. Sepertinya kalau tidak melakukan “hal-hal tersebut” kita (profesi saya) tidak akan memperoleh penghasilan (yang pasti semua orang membutuhkan).

Seorang profesional bekerja/menjalankan profesinya dengan dibatasi oleh kode etik dan undang-undang/peraturan profesi, antara lain tidak boleh menawarkan jasa (seperti juga mengajukan proposal kerja sama), tidak boleh beriklan, tidak boleh berpihak dan lain sebagainya.

Seorang Profesional harus BERSUMPAH sebelum menjalankan jabatannya, TIDAK BEKERJA UNTUK UANG SEMATA-MATA, selalu mengenyam pendidikan berkelanjutan dan untuk profesi saya ada TANGGUNG JAWAB “SEUMUR HIDUP” yang harus dipikul oleh para pemangku profesi.

Saya ingin bekerja secara profesional berdasarkan undang-undang dan kode etik, saya ingin mendapatkan honorarium (pendapatan secara TERHORMAT), tidak merugikan orang lain (masyarakat termasuk rekan sejawat), dan hidup damai sejahtera terutama ketika saya sudah pensiun. TAPI SANGAT SULIT, saya mungkin sudah hampir menyerah dan sedang berpikir untuk mencari pekerjaan lain/bekerja pada orang, dimana saya pasti memperoleh penghasilan tetap dan tidak memiliki RISIKO SEUMUR HIDUP seperti dalam profesi saya saat ini yang hal itu dengan tegas dinyatakan dalam Undang-undang.

Bagaimana caranya supaya saya tetap bisa memiliki integritas dalam menjalankan profesi saya tetapi tetap memiliki penghasilan secara terhormat yang dapat diprediksi sesuai dengan kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulannya.

Seharusnya, menurut saya, hal itu bisa dilakukan dan/atau didapat untuk profesi saya, asal saja pejabat-pejabat pemerintah, organisasi dengan tegas MENEGAKKAN ATURAN yang sudah ada, dan memperbaiki/melengkapi aturan yang perlu dengan meminta usulan dari para pemangku profesi ini.

Demikian pertanyaan/curahan hati saya, semoga maksud yang baik dapat pula menghasilkan hal-hal yang baik dengan cara yang baik juga.

Sumber : Liputan6.com