Keluarga Membentuk Karakter Anak Yang Cerdas Akal dan Hatinya

Majalahteras.com – Bangku sekolah pertama adalah rumah. Di rumah ada keluarga, dan dari keluarga semuanya berasal. Dari keluarga yang penuh cinta dan kasih sayang, dan senantiasa menjalankan apa yang Allah perintahkan serta betul-betul menjadikan Rosulullah Muhammad SAW sebagai tauladan dalam menjalani kehidupan, akan membentuk karakter anak yang cerdas hati dan otaknya, santun, unggul dan terbaik.

“Keluarga adalah contoh utama bagi tumbuh kembang anak. Dan anak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Maka sebaik mungkin bagi kita sebagai orang tua untuk bisa menjadi sekolah terbaik, untuk putra-putri kita,” jelas Ketua Yayasan Rumah Cahaya, Sobang Pandeglang, Andi Baina Aziz.

Karena kita punya kewajiban untuk saling peduli dan menyayangi. Penting bagi kita menjaga keluarga kita sendiri dan sangat manusiawi bila kita ikut menjunjung tinggi kasih sayang pada yang lain. Takkan ada anak yang terganggu tumbuh kembang dan mentalnya bila setiap lini kehidupannya berselimut agama. Karena dengan agama akan ada ruh Ilahiyah dalam diri setiap manusia yang menjadi benteng pelindung dan penuntun sempurna dalam menjalani kehidupan.

Andi menilai, bagi sekolah/yayasan yang sangat peduli anak didiknya, tentunya memiliki program khusus untuk membangun sinergi dengan banyak pihak terutama orang tua peserta didik. Banyak bentuk kegiatan yang bisa membangun sinergi antara sekolah/yayasan dengan orang tua.

“Seperti beberapa kegiatan di Yayasan Rumah Cahaya Sobang Pandeglang: pagelaran budaya, open house, meet and great, yang salah satu isi kegiatannya adalah setiap orangtua/wali wajib hadir dan membuat surat berisi harapan kepada putra putrinya, yang dikumpulkan kepada wali kelas yang kemudian dibacakan oleh putra-putrinya di depan semua orang yang hadir,” terang Andi.

Dari keluarga rajawali yang tangkas akan tercipta rajawali-rajawali yang kuat. Dari keluarga ayam akan lahir anak-anak ayam yang sesuai dengan induknya. Jadi peran keluarga sangatlah penting dan sangat berpengaruh.

“Tongkat estafet perjuangan kini ada dipundak para generasi muda bangsa. Jadilah kesatria sejati, yang bisa menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab. Baik tugas sebagai anak, tugas sebagai siswa, tugas sebagai teman dan tugas sebagai penerus perjuangan. Jadikan Allah satu-satunya jalan mencapai tujuan. Dan jadikan sholat serta sabar sebagai jalan pertolongan Allah,” pesan Andi.@IMAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *