Keindahan Dibalik Camp Vietnam

Majalahteras.com – Batam tidak hanya dikenal dengan kota perdagangan dan jasanya saja. Dibalik hiruk pikuk Kota Batam, ada sebuah cerita sejarah orang-orang perahu yaitu Pulau Galang.

Pulau Galang, merupakan tempat dimana para pengungsi Vietnam. Pulau ini menyimpan sejarah dan kisah tragis orang-orang perahu dari Vietnam yang kemudian dipulangkan kembali ke Vietnam. Pulau ini berada di antara pulau-pulau di wilayah Kepulauan Riau dan berdekatan dengan Pulau Batam. Jembatan Barelang (Batam-Rempang-Galang) adalah fasilitas yang menghubungkan langsung Batam ke Paulau Galang.

Tempat pengungsi Vietnam atau Camp Vietnam terletak sekitar 70 kilometer dari pusat Kota Batam. Dari pusat kota, bisa ditempuh dengan jalan darat melalui jalur Trans Barelang yang dibangun semasa Otorita Batam (sekarang Badan Pengusahaan Batam).

Setelah memasuki pintu gerbang, bangunan besar vihara akan menyambut setiap pengunjung yang datang. Kemudian pengunjung akan melewati bekas bangunan yang merupakan ruang tahanan, rumah sakit, gereja Katolik, dan rumah pengungsi. Saat melewati jalan di lokasi ini seakan-akan kembali ke masa-masa tersebut. Dimana berbagai kisah pilu dihadirkan, termasuk kisah pengungsi wanita yang bunuh diri karena diperkosa, kisah para pengungsi yang bunuh diri karena menolak dipulangkan, maupun kisah perahu-perahu yang dibakar dan ditenggelamkan karena si pemilik menolak untuk dipulangkan ke Vietnam.

Banyak peninggalan-peninggalan orang perahu Vietnam yang masih bisa disaksikan di sini. Salah satunya yang bisa dilihat adalah perahu yang digunakan oleh para pengungsi Vietnam tersebut berangkat dari negaranya menghindari perang saudara, mengarungi lautan luas yang ganas sampai akhirnya sebagian dari mereka tiba di Pulau Galang ini.

Di bekas penampungan pengungsi itu juga terdapat museum yang berisi gambar-gambar saat warga masyarakat Vietnam tiba di wilayah Kepulauan Riau, karena negaranya dilanda perang.

Semantara fasilitas yang dibangun Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) bersama pemerintah Indonesia antara lain barak, rumah ibadah, perkantoran, sekolah, area publik masih tersisa meski sebagian besar sudah hancur karena tidak dirawat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Yusfa Hendri sebelumnya kawasan Camp Vietnam merupakan tempat wisata alternatif setelah berbagai tempat moderen dibangun.

“Camp Vienam merupakan tempat wisata sejarah yang juga dijadikan salah satu destinasi wisata andalan Batam,” kata dia.

Ia mengatakan, bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke sana, hendaknya mengunjungi tempat wisata seperti Jembatan Barelang yang menjadi ikon kota, perkebunan buah naga dan beberapa pantai yang dikelola pihak swasta. ***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *