Intip Penyu Bertelur di Pulau Berhala Jambi Yuk!

Jambi tak hanya punya habitat suku anak dalam saja, tetapi juga ada wisata cantik seperti Pulau Berhala. Pulau yang masih jarang dijamah wisatawan.

Pulau Berhala terletak di Tanjung Beringin dan berada di garis laut Selat Malaka. Kawasan ini jadi pulau terbesar yang ada selat Malaka tersebut, dan kawasan sangat dijaga oleh pemerintah Tanah Air.

Layaknya, pasir yang pantai bersih, keindahan yang ditawarkan ialah pasir putih, air jernih berwarna biru serta terumbu karang cantik di bawah laut. Pulau ini juga menjadi kawasan pemeliharaan penyu dengan luas sekitar 2,5 km.

Saat awal dan akhir Tahun, penyu akan datang ke pulau dan menaruh telur-telur mereka untuk dikembangbiakan. Sehingga saat musim hujan itulah, waktu terbaik untuk melihat kehidupan penyu laut.

Namun, di balik keindahan, Pulau Berhala ini juga menjadi salah satu kawasan sejarah zaman kerajaan dulu. Menurut catatan sejarah, nama berhala diambil dari anak seorang raja di Turki ialah Paduka Berhalo atau Akhmad Barus II.

Ia dulunya menjadi orang pertama menginjakan kaki di pulau Berhala ini, yang kemudian terdampar. Banyak cerita, dulunya ia juga menjadi salah satu tokoh penyiaran Islam di indonesia, kemudian menikah dengan Putri Salaro Pinang Masak seorang Ratu di Kerajaan Jambi.

Begitulah sekilas sejarah dari Pulau Berhala. Sekarang pulau tersebut dikenal sebagai tempat “pelarian” sementara dari hiruk pikuk kota besar. Hanya ketenangan yang didapat selama di sana.

Untuk mencapai pulau Berhala, Anda harus pergi ke kota Medan, Sumatera Utara. Lalu naik bus ke Sei Rampah selama satu jam hingga tiba di desa nelayan. Kemudian naik ojek atau bemo untuk tiba di tempat penyebrangan.

Untuk menyebrang Anda bisa menggunakan kapal umum dengan kisaran harga Rp50-Rp100 ribuan. Namun, jika ingin lebih cepat lagi bisa menyewa kapal boat sekitar Rp800 ribu hingga Rp1juta.

Sementara untuk penginapan sudah banyak home stay yang ditawarkan di sana, namun harga relatif mahal. Jika ingin lebih murah, lebih baik tanyakan pada warga lokal mengenai harga objektif dari mereka. Atau, Anda juga bisa membawa tenda sendiri. @ROMI