Harga Rumah di Cikupa Rp 500 Jutaan

propertiesPT Ciputra Residences meluncurkan klaster Gardenville dalam pengembangan CitraRaya, Cikupa, Tangerang. Gardenville akan menempati lahan seluas 20 hektar dari seluruh total kawasan CitraRaya yaitu 2.760 hektar.

Klaster baru ini akan menjadi salah satu ikon dengan rencana pengembangan lebih dari 800 hunian. Harganya dibanderol mulai Rp 500 jutaan.

“Pasar rumah seharga Rp 1 miliar memang ada. Tapi biasanya untuk tinggal atau investasi, mereka cari di bawah Rp 1 miliar,” ujar General Manager Marketing PT Ciputra Residences Yance Onggo di Menara Top Food, Alam Sutera, Tangerang, Senin (25/5/2015).

Gardenville akan memiliki lima sub-klaster dengan konsep pengembangan hijau dan area taman tematik.

Dalam kawasan tersebut, terdapat sub-klaster yang diluncurkan hari ini. Tipe pertama adalah Perlite bernama Granada. Tipe ini dirancang seluas 6×12,5 meter persegi dengan luas bangunan 37 meter persegi dan luas lahan 75 meter persegi. Harganya Rp 587 juta, belum termasuk uang kembali senilai Rp 30 juta.

Sub-klaster kedua adalah Rosette dengan ukuran 6×15 meter persegi. Luas bangunannya adalah 59 meter persegi dan luas lahan 90 meter persegi. Tipe ini dibanderol Rp 796 juta, belum termasuk uang kembali Rp 30 juta.

Sub-klaster ketiga adalah Espalier dengan dimensi 7×18 meter persegi. Memiliki luas bangunan 82 meter persegi dan luas lahan 126 meter persegi, tipe ini dipatok seharga Rp 1,07 miliar, belum termasuk uang kembali Rp 50 juta.

Yance juga mengatakan, untuk klaster ini CitraRaya hanya menyiapkan jumlah unit yang sedikit. Pada sub-klaster pertama, jumlahnya hanya 25 unit. Untuk sub-klaster kedua dan ketiga, masing-masing jumlahnya 58 unit dan 11 unit.

Harga terus naik

Penetapan harga-harga tersebut merupakan harga awal. Pasalnya, dalam kurun beberapa tahun ke depan, harga tersebut masih dimungkinkan untuk naik sampai 50 persen. Hal ini terlihat dari harga pergerakan harga tanah di Cikupa yang kini sudah bertengger di angka Rp 4 juta per meter persegi.

“Seburuk-buruknya, naik di Rp 5 juta. Kenaikannya masih masuk akal,” kata Yance.

Ia menjelaskan, lonjakan harga mengacu pada harga lahan di Jakarta. Di Jakarta Barat, tepatnya di area Puri Indah, harga per meter perseginya Rp 25 juta. Sementara di Serpong Rp 12 juta per meter persegi. Perbedaan harga kedua daerah tersebut mencapai setengahnya, padahal jaraknya hanya 10 kilometer.

Jika dibandingkan dengan area di Cikupa yang masih berada di kisaran Rp 4 juta per meter persegi, maka kemungkinan harga untuk naik masih besar.

“Kalau Serpong dan Puri saja bedanya bisa setengahnya, berarti Cikupa masih mungkin naik sampai Rp 6 juta, atau setengahnya dari Serpong,” jelas Yance.