Full Day School Memporsir Energi Siswa

Banyak beban yang dirasakan siswa akibat kebijakan sekolah lima hari atau full day school. Diantaranya mengantuk dan kelelahan.

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Reni Marlinawati mengatakan, salah satu laporan yang diterima posko pengaduan full day school datang dari orang tua murid Sekolah Dasar di Sukabumi, Jawa Barat.

“Bangun jam 04.30 WIB, berangkat ke sekolah jam 05.30 WIB dalam keadaan mengantuk,” ujarnya di Komplek Parlemen, Jakarta, seperti dilansir dari RMOL.co, Kamis (3/8).

Kemudian, siswa tersebut baru kembali pulang ke rumah sekitar pukul 17.30 WIB, juga dalam keadaan mengantuk.

“Jadi, berangkat dibopong, pulang dibopong. Sampai rumah hanya mandi, salat Maghrib, tidur lagi karena harus bangun pagi,” beber Reni.

Menurutnya, kebijakan full day school membuat waktu bercengkerama orang tua dengan anak berkurang.

“Walaupun sekarang Kemendikbud menginstruksikan penundaan, tapi tetap sekolah banyak yang melaksanakan,” ujarnya.

Dia menambahkan, sekolah-sekolah yang telah menerapkan kebijakan tersebut hanya berlandaskan gengsi semata. Tanpa memperhatikan beban yang harus ditangggung siswa siswi.

“Karena itu merupakan prestise di mata masyarakat. Prestise di mata pejabat di atasnya,” tegas Reni yang juga anggota Komisi X DPR.