Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Jokowi Bagi-bagi Sepeda

Majalahteras.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuntaskan ibadah puasa hari pertama dengan berbuka bersama 400 orang anak yatim di Istana Negara, Kamis (18/6/2015) sore. Seperti biasa, momentum bertemu anak-anak ini digunakan Jokowi untuk berbagi hadiah, kali ini 10 unit sepeda yang dibagikan.

“Tadi sudah disampaikan imam masjid Istana. Saya enggak mau ngomong panjang lebar. Di sini, saya hanya mau kuis saja,” ujar Jokowi membuka sambutan pidatonya.

Jokowi pun langsung melemparkan 10 pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan itu seputar nama nabi, nama malaikat, rukun Islam, hingga hafalan surat Ad-Dhuha. Seluruh pertanyaan dan tantangan Jokowi langsung dijawab tanpa sedikit pun kesalahan para anak yatim yang hadir.

Mereka terlihat semangat mengacungkan jari tangannya untuk mendapatkan sepeda baru. Tak jarang, saat melontarkan pertanyaan, Jokowi bercanda dengan mereka.

“Terakhir ya, apa ya pertanyaannya. Ini yang paling sulit aja ya. Nama saya siapa?” tutur Jokowi.

Seorang bocah berumur 6 tahun langsung mengangkat tinggi-tinggi tangannya hingga berdiri. Melihat aksi sang bocah, Jokowi pun menunjuk dia. Bocah yang diketahui bernama Eza itu berhasil menjawab dengan benar. Eza langsung berlari menggapai sepeda barunya.

Namun, sebelum bisa beranjak lebih jauh dari tempat duduknya, Jokowi pun menegur, “Kamu mau ke mana Za?” celetuk Jokowi. Eza lalu kembali ke tempat duduknya.

“Lho? Enggak mau diambil sepedanya?” canda mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Eza pun terpaksa lari bolak-balik di antara ratusan anak yatim yang ada. Canda Jokowi ini lalu membuat seisi ruangan tertawa apalagi ekspresi Eza yang begitu polos.

Setelah diperkenankan mengambil sepeda, Eza langsung lari kencang ke arah panggung mengambil sepeda warna oranye bermerk Polygon yang tingginya melebih tinggi badannya.

Sebelum sambutan Jokowi, Imam Masjid Baiturahman KH. Tajudin Hasan terlebih dulu memberikan siraman rohani yang bertajuk “Menyayangi Anak Yatim”. Tak lama setelah kuis Jokowi berakhir, azan Maghrib pun berkumandang. Segelas teh hangat, kolak, dan korma menjadi hidangan takjil yang dinikmati para anak yatim itu di Istana.