Kesehatan Itu Hak Masyarakat

Majalahteras.com – PURHADI, pria kelahiran Pesawaran ini mengawali karir di tahun 19­88 di bidang kesehatan dan tanggal 15 Agustus 2014 ia dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pring­sewu.
Selama menjabat sebagai Kepala Dinas Pringsewu, banyak program-program kesehatan yang sudah dilakukannya baik program yang bergerak di bidang fisik maupun non fisik. “Program-program yang telah kita lakukan sudah lebih baik sesuai standar, namun belum sesuai dengan harapan yang kita inginkan, butuh kerjasama semua pihak. Karena kesehatan itu bukan milik kita sendiri namun hak semua masyarakat. Itu yang terutama,” terang Purhadi.
Dibidang kesehatan program ada dua program yaitu bergerak dibidang fisik dan bergerak dibidang non fisik. “Fasilitas fisik, hampir seluruh bangunan kesehatan yang ada insyaallah sudah BLUD, kecuali yang belum mendapat nomor regristrasi yaitu Rejosari dan Bandung Baru. Di sebelas Puskesmas kita BLUD semua, kita harapkan di tahun 2018 semua terakreditasi. Jika sudah terakreditasi artinya sudah teruji oleh masyarakat,” jelas Purhadi.
“Saya berharap seluruh pembangunan yang ada dapat perbaikan semua,” lanjut Purhadi
Sementara dibidang non fisik, Purhadi menjelaskan kesehatan dibidang non fisik ini tidak bisa ternilai dan tidak bisa dilihat, tapi ini harapan bahwa generasi kedepan untuk tumpuan semua. “Contohnya Kabupaten Pringsewu ini sebagai salah satu projek percontohan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), jadi  kita masuk kecamatan ODF, stop buang air besar sembarang. Dan sudah satu kecamatan tahun kemarin. Program ini kita galakkan dan berharap tahun 2019 kita sudah ODF semua,” jelas pria hobi olahraga ini.
Menurut Purhadi, ODF merupakan wujud pemberdayaan masyarakat desa dengan kemandirian mampu merubah perilaku hidup bersih dan sehat dari masyarakat yang buang air besar di sembarangan tempat menjadi buang air besar di jamban yang sehat. “Ini sebagai upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan,” ujarnya.
Selain itu masalah penyakit demam berdarah dengue (DBD), Purhadi berharap seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kabupaten Pringsewu ini untuk dapat aktif. “Karena tanpa peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan, kita tidak dapat menekan kasus DBD. Jika seluruh masyarakat berupaya insyallah kasus DBD di kabupaten Pringsewu akan menurun,” ungkapnya.
Tidak hanya pada masalah STBM dan DBD, Purhadi juga menjelaskan tentang Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Menurut Purhadi masalah AKI dan AKB adalah masalah yang masih tinggi terjadi di Kabupaten Pringsewu. “Tapi kita terus berupaya penuh seluruh lapisan masyarakat dan aparat pemerintah bersama-sama mendukung menurunkan AKI dan AKB. Misalnya seluruh desa sudah membuat ambulance desa untuk antar jemput ibu hamil. Dan kita juga sudah menyiapkan tempat di Puskesmas ada rumah tinggal bersalin,” jelasnya.
“Ini semua dibiayai oleh pemerintah,” tegasnya.
Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan telah meluncurkan KIS (Kartu Indonesia Sehat) bagi masyarakat yang kurang mampu. “KIS ini betul-betul diperuntukkan bagi warga yang tidak mampu,” ujarnya
Mendukung Program Pemerintah Pusat tentang gerakan masyarakat sehat (germas), Dinas kesehatan Kabupaten Pringsewu terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. “Gerakan masyarakat sehat yaitu setiap hari kita melakukan aktiftas 30 menit, makan buah dan sayuran dan enam bulan sekali melakukan pemeriksaan kesehatan, namun khusus di Kabupaten Pringsewu bukan enam bulan sekali namun satu bulan sekali untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tidak menular,” jelasnya.
Selain itu dikatakan Purhadi setiap kecamatan pihaknya terus menggalakkan kepada masyarakat agar selalu berprilaku hidup sehat. “Kita harapkan pelaksanaan seluruh program kesehatan ini bisa berjalan dengan baik,” harapnya.@WIRI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *